Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Radio Kayong Utara telah memiliki Izin Penyiaran Tetap, berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia nomor 2010 Tahun 2016 tentang Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik Lokal Jasa Penyiaran Radio bahwa Radio Kayong Utara telah memperoleh Izin Prinsip penyelenggaraan Penyiaran Tahun 2015, dan berdasarkan Berita Acara Hasil Rapat Pleno EUCS tanggal 1 September 2016 telah memenuhi persyaratan untuk diberikan Izin Penyelenggaraan Penyiaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik Lokal Jasa Penyiaran Radio diberikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang. selanjutnya pemegang izin diberikan hak untuk: 1. Menyelenggarakan jasa penyiaran radio dengan sistem modulasi FM. 2. Menyelenggarakan siaran iklan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. Melakukan relai siaran lembaga penyiaran lain baik dari lembaga penyiaran dalam negeri maupun luar negeri berupa relai siaran untuk acara tetap atau yang tidak tetap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Melakukan relai siaran lembaga siaran lain secara tidak atas mata acara tertentu yang bersifat nasional, internasional, dan atau mata acara tertentu sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 5. Melakukan kerjasama untuk melakukan siaran bersama sepanjang siaran itu tidak mengarah pada monopoli informasi dan monopoli pembentukan opini. 6. Menyelenggarakan jasa tambahan penyiaran setelah memperoleh izin menteri.

disamping itu pemegang izin juga mempunyai kewajiban yaitu: 1. Menyelenggarakan siaran yang mengandung informasi pendidikan, hiburan dan menfaat untuk membentuk intelektual, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya indonesia. 2. Klasifikasi acara siaran yang mencakup semua khalayak. 3. Menggunakan bahasa siaran yang baik dan benar sebagai bahasa pengantar utama dalam penyelenggaraan program siaran.

menjaga program secara berkesinambungan, menjalin kerjasama  dengan berbagai pihak agar Radio Kayong Utara diterima oleh semua lapisan masyarakat.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SUKADANA – Keberadaan taman mangrove Sukadana yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, tentunya sangat disambut baik oleh berbagai pihak. Keberadaan objek wisata yang satu ini diharapkan berdampak pada kunjungan wisatawan dari berbagai daearah. Hal tersebut diungkapkan kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara, Mas Yuliandi, Rabu (26/10) di Sukadana.

Yuliandi mengungkapkan jika untuk taman mangrove tersebut, sejak dari awal sudah direncakan mereka, untuk penambahan lokasi wisata di kabupaten ini. Keberadaannya sendiri, diakui dia, telah diusahakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, demi mengembangkan daerah pesisir yang dapat dikelola menjadi tempat wisata.

“Memang dari awal, sudah kita rencanakan penambahan satu destinasi wisata baru di Kabupaten Kayong Utara, yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Pantai Pulau Datok. Desatinasi tersebut yakni Taman Wisata Mangrove. Nah, di tahun ini, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, membangun untuk tempat wisata tersebut, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan untuk pembuatan jalan,” ungkapnya. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa mereka akan melakukan promosi, demi memperkenalkan objek wisata yang satu ini kepada masyarakat luas. “(Masyarakat harus tahu) jika di Kabupaten Kayong Utara terdapat taman mangrove,” terang Yuliandi kepada koran ini.

Yuliandi menjelaskan, ide awalnya hingga dapat merancang taman yang satu ini, terjadi saat mereka merancang masterplan lokasi wisata. “Ide awalnya mengenai taman mangrove saat merancang masterplan untuk wisata Kayong Utara, salah satunya kita mempunyai hutan mangrove. Nah, kenapa tidak kita dijadikan objek wisata? Nah, oleh karena itu direncanakan oleh DKP apa lagi lokasinya jadi satu dengan TPI,” sambung Kadisbudparpora.

Selain itu, di lokasi tersebut nantinya akan dilengkapi mereka dengan pos penjagaan. Dan juga nantinya, diharapkan dia agar di lokasi tersebut dilengkapi dengan pondok untuk peristirahatan para pengunjung. “Dari masterplan-nya lokasi taman mangrove itu juga ada pos penjagaan. Paling tidak, itu dapat memberikan rasa aman, nyaman pengunjung. Dan juga kita dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan dengan menyalahgunakan lokasi wisata itu,” terangnya.

Selanjutnya, Yuliandi berharap agar keberadaan hutan mangrove tersebut juga akan menjadi lokasi edukasi bagi masyarakat. Dia menerangkan jika nantinya taman mangrove tersebut akan menjadi tempat kediaman hewan-hewan yang dilindungi.

Mengenai hal ini, keberadaan taman mangrove tersebut sangat disambut baik oleh salah satu pengiat wisata, Rizal Komarudin (24). Menurut dia, lokasi taman mangrove tersebut akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Dan ini, diakui dia, merupakan hal yang baru di Kabupaten Kayong Utara. “Saya yakin taman mangrove tersebut mampu menarik wisatawan yang ada. Bahkan tidak menutup kemungkinan mampu menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. Mudah-mudahan destinasi wisata ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” doanya. (dan)

sumber : http://www.pontianakpost.co.id/taman-wisata-mangrove-sukadana

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SUKADANA--Penataan Pantai Pulau Datok di Kabupaten Kayong Utara, Provinsi Kalimantan Barat, usai lokasi perhelatan Sail Selat Karimata 15 Oktober lalu akan kembali dilakukan penataan dalam waktu dekat ini oleh Pemerintah Daerah. Rencana tersebut disampaikan saat para pejabat pemerintah dan kepala SKPD kembali meninjau pantai Pulau Datok, Rabu (29/10).
Rombongan yang meninjau, Sekretaris Daerah Hilaria Yusnani, Asisten 1, Syarif Muzahar, Kadis Disbudparpora Mas Yuliandi,  Kadis Perdagangan dan Koperasi Usaha Kecil Menengah, Azahari Asnan,  Kasat Pol PP Basri,  Kabupaten Kayong Utara serta Camat Sukadana Syahrial Solihin.

Terdapat beberapa hal yang akan dilakukan penataan. Seperti para pedagang yang menggunakan gerobak atau lapak, lahan parkir termasuk kursi dan meja  yang dibuat secara permanen oleh pedagang. Selain itu, di lokasi kawasan Pantai Pulau Datok akan didirikan pos penjagaan khusus pengamanan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Hilaria Yusnani mengatakan lokasi Pantai Pulau Datok ini akan segera dilakukan penataan kembali usai lokasi kegiatan puncak acara Sail Selat Karimata kemarin.   “Usai menjadi lokasi puncak acara Sail Selat Karimata, kita akan melakukan penataan, baik untuk pedagang dan parkir kendaraan tidak ada lagi yang parkir di dalam area lokasi wisata. Karena lokasinya sudah kita sediakan. Sedangkan untuk pedagang, yang tidak menggunakan rumah  dalam artian secara permanen dapat menggunakan gerobak, agar dapat mobil. Maksud di sini untuk pedagang, usai berjualan dapat kembali dirapikan. Karena kita akan menyediakan lokasi khusus bagi pedagang itu. Agar tidak ada lagi yang berjualan di dekat bibir pantai,”terang Hilaria Yusnani kepada koran ini.

Adapun langkah selanjutnya untuk pedagang, lanjut mantan Kepala Dinas Pendidikan Kayong Utara direncakan dapat membentuk seperti kelompok paguyuban pedagang agar dapat memudahkan pemerintah daerah dalam melakukan pendataan.  “Kalau untuk pedagang kita mempersilahkan siapa saja boleh berdagang di Pantai.  Asalkan dapat mengikuti peraturan yang ada.  Kalau untuk pedagang yang sudah permanen di rumah masing-masing dapat turut menjaga kebersiahan, begitu pula dengan pedagang lainnya.  Hal tersebut tentunya kita sarankan kepada semua pedagang,”terangnya.

Lebih jauh Hilaria berharap pengelolaan pantai ini menjadi wewenang Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait. Misalnya untuk lokasi wisata akan dilakukan oleh Disbudparpora, untuk rambu-rambu lalu lintas Dihubkominfo, untuk pedagangnya akan dilakukan oleh Disperindagkop. Selajutnya mengenai keamanannya akan dilakukan oleh Sat Pol PP, dan tidak menutup kemugkinan berkerjasama dengan pihak kepolisian setempat. “Pos terpadu juga akan kita bangun. Termasuk pengamanan lokasi wisata. Nantinya pos tersebut akan digunakan oleh Pol  PP, Dishub dan juga pihak kepolisain,”jelasnya.

Lokasi wisata andalan di Kabupten Kayong Utara ini sudah  memiliki Peraturan Daerah yang nanti akan kembali diturunkan dalam bentuk SK Bupati.  Selain itu, sambung Hiliria untuk lahan parkir sudah ada.  Selanjutnya tinggal diterapkan di lokasi wisata ini. “Kalau untuk bangunan yang berada di bibir pantai memang tidak boleh. Untuk itu, semua pedagang nantinya kita pindah di lokasi yang telah disiapkan,”pungknya.

Untuk kursi-kursi yang dibuat oleh para pedagang  tambah Hilaria akan dibnogkar. Jadi tidak ada lagi kursi-kursi permanen di area bibir Pantai Pulau Datok.  Hal tersebut tentunya, agar dapat terlihat rapi dan tertata.  “Untuk pedagagang dapat menggunakan kursi-kursi yang tidak permanen.  Dan dapat menggunakan kursi yang dapat dikemas setelah digunakan.  Atau pedaganag dapat menyewakan tikar kepada pengunjung.  Hal tersebut akan kita regulasikan di minggu depan,”katanya.

Mengenai media informasi di Pantai Pulau Datok  juga akan dihadirkan. Sementara itu, dirinya sangat yakin dalam penataan di pantai ini kepada SKPD-SKPD sesuai dengan bidangnya. “Saya sangat yakin para SKPD terkait mampu menangani hal ini,  dan tentunya akan tetap kita pantau terus perkembangannya,”tutupnya. (dan)

 

sumber : http://www.pontianakpost.co.id/pantai-pulau-datok-ditata-kembali

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SUKADANA–Daud Cino Yordan merasa optimis ke tiga petinju yang tergabung dalam Daud Yordan Boxing Club (24/7) dapat memenangkan KO pada pertandingan yang digelar di Balai Sarbini Jakarta Sabtu (29/10) besok.  Ke tiga petinju tersebut diantaranya, Antony KH Holt, Sunardi Gamboa dan Hisar Pacman Mawan yang siap menumbangkan lawanya.
Daud menaruh harapan kepada tiga petinju asuhanya menargetkan dapat menang KO saat bertanding nanti di Jakarta. “Target mereka menang KO. Kalau untuk  Sunardi  dan Hisar punya target di bawah ronde 6 . Dan untuk Antony di bawah ronde 4. Itu target kami,” terang Daud Cino Yordan, di Sukadana.
Target yang dicanangkan cukup beralasan  karena petinjunya sudah cukup matang. Dengan harapan dapat tampil secara maksimal pada ajang kejuaraan Tinju Pro di Jakarta dan membawa kemenangan untuk Kabupaten Kayong Utara,  Provinsi Kalimantan Barat. “Persiapan sebelum bertanding kurang lebih selama dua bulan. Mereka disiplin dalam berlatih. Dan kita gembleng secara maksimal, pagi dan sore hari. Selain itu kita juga sering mengadakan sparing patner menjadi program kita. Selain itu kita juga telah siapkan strategi khusus untuk memenangkan pertandingan ini,”sambung Daud, Kamis (27/10) di Sukadana.

Dirinya berharap untuk regenerasi olahraga tinju dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia. Untuk itu dirinya saat ini beserta para sahabatnya akan terus berusaha secara maksimal menumbuhkan bibit-bibit atlet olahraga tinju tersebut. “Saya beserta sahabat- sahabat saya terus berusaha menciptakan atlet berprestasi bagi Kayong Utara, Kalimantan Barat dan Indonesia selagi kondisi saya masih aktif sebagai atlet,”ucapnya.

Selanjutnya untuk petinju-petinju tergabung dalam Daud Boxing Club kedepannya dapat terus berpartisipasi. Untuk itu, dirinya mohon doa dan dukungannya kepada seluruh lapisan masyarakat. “Dukungan yang saya harapkan tentunya dari masyarakat Kayong Utara dan Indonesia, agar dapat terus mengukir prestasi,”imbuhnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara Mas Yuliandi mengaku para petinju Daud Boxing Club memang sudah sering mengikuti kejuaraan baik tingkat daerah maupun nasional. “Untuk para petinju Daud Boxing Club menang sering mengikuti kejuaraan-kejuaran baik tingkat daerah maupun nasional. Dan kali ini pada 29 Oktober nanti di Jakarta mengikuti kejuaraan piala Presiden,”terangnya. (dan)

sumber : http://www.pontianakpost.co.id/kirim-petinju-terbaik

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SUKADANA – Para pedagang ikan di Pasar Daerah meminta agar pedagang pendatang yang dengan sembarang membuka lapak dagangan, ditertibkan. Hal tersebut diungkapkan Safiansyah, salah satu pedagang, dalam pertemuan yang berlangsung di pasar yang terletak di Jalan Batu Daya Satu, Sukadana tersebut, kemarin.

Diakui dia jika kesiapan pasar tersebut telah mencapai 99 persen. Dalam hal ini, menurut dia, dengan adanya pasar daerah sesuai dengan tata ruang pemerintah setempat, sehingga akan lebih menata kota ini.

“Sebelumnya yang menjadi perhatian kami sebagai pedagang mendukung apa yang menjadi program pemerintah. Hanya saja terkadang kami juga merasa dirugikan, salah satu contoh mengenai keberadaan pedagang dari daerah lain, yang seenaknya membuka dagangan ikan disembarang tempat,” ungkap dia. Keberadaan para pedagang liar tersebut, menurut dia, secara otomatis menjadikan mereka yang membuka lapak di dalam pasar kehilangan pengunjung. “Hal seperti ini saya harapkan juga dapat menjadi perhatian pemerintah,” terang pedagnag yang telah berjualan ikan selama 10 tahun ini.

Dalam hal ini, jika pemerintah melakukan penataan pedagang, diharapkan dia agar dapat berperilaku adil. “Jangan sampai ada pedagang lain merasa dirugikan. Tentunya hal tersebut tidak lepas dari peraturan di daerah (Perda) ini,” kata dia.

Sebelumnya, para pedagang ikan tersebut berdagang di pasar lama, yang saat ini telah dilakukan pembogkaran, lantaran lokasi tersebut akan dijadikan pusat taman kota. Tak hanya para pedagang ikan, mereka yang terlibat dalam penggunaan pasar daerah meliputi pedagang ikan, ayam potong, sayur, dan juga pedagang daging sapi. Kemarin pagi mereka mengikuti rapat bersama beberapa pihak di antaranya Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop dan UKM); Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi; Satuan Kepolisian Pamong Praja, Dinas Kelautan dan Perikanan, Pemerintah Kecamatan Sukadana, serta melibatkan kepolisian setempat.

Sementara itu, terkait hal ini, kepala Disperindagkop Kabupaten Kayong Utara, Azahari Asnan, berjanji akan terus mengupayakan apa yang menjadi kehendak para pedagang dalam pertemuan tersebut. Mereka sendiri telah akan melakukan penertiban terhadap para pedagang ini. Mereka juga akan mengambil sikap terhadap pedagang yang berasal dari luar, yang dengan seenaknya saja membuka dagangan di pinggir jalan.

“Dalam hal ini kami akan terus melakukan koordinasi bersama Polisi Pamong Praja, agar dapat secara rutin melakukan pengecekan di lapangan, supaya jangan sampai timbul lagi pedagang-pedagang liar, serta dalam penertiban tanpa tebang pilih,” kata dia. Dia juga berjanji, kalau memang kembali ditemukan, akan mereka giring ke Pasar Daerah yang telah pemerintah sediakan.

Sementara itu, mengenai pedagang sayur di pinggir jalan, ditegaskan dia juga bahwa sebenarnya tidak dibenarkan mereka menjual sembako di tempat itu juga tersedia sayur-sayuran. Karena, menurut dia, hal tersebut dapat menimbulkan bau tidak sedap, sehingga menganggu warga sekitar. “Mengenai hal ini juga akami akan menghubungi Kantor Pelayanan Terpadu. Apakah ada batasan-batasannya? Karena kalu tidak dilakukan tindakan takutnya nanti akan menimbulkan permasalahan baru,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai keberadaan pedagang dari daearah lain, menurut dia, sebetulnya tidak menjadi maslah. Namun, ditegaskan dia juga bahwa para pedagang tersebut harus mau menjadi satu dengan pedagang lokal. Artinya, dia menambahkan, mereka ini juga harus mau mengikuti aturan. “Pedagang dari mana pun, mau masuk ke pasar kita silakan. Yang penting ikut aturan,” tegasnya.

Sementara itu, terkait pedagang ayam dan pedagang daging sapi berada di bawah naungan Dinas Pertanian dan Peternakan setempat, menurut dia, hal tersebut tentunya sesuai kentuan yang ada. “Kalau untuk Ipal dengan berkoordinasi bersama Lingkungan Hidup juga tersedia di pasar daerah. Jadi keberadaan Ipal akan mengatasi limbah di Pasar Daerah,” teranganya.

Mengenai desain Pasar Daerah yang akan ditempati oleh para pedagang ke depannya, menurut dia, juga terdapat desain disertai taman dan musala. Tentunya, diharapkan dia, dengan keberada taman, pasar tersebut tidak akan tampak kumuh. “Paling tidak adanya taman dapat memperindah pasar daerah kita,” terangnya.

Sebagai penegak Perda, kepala Satpol PP Kabupaten Kayong Utara, Basri, mengatakan dalam melakukan penertiban, mereka tetap menyesuaikan dengan keinginan pemerintah. Dalam hal ini mereka hanya melakukan penegakan Perda sesuai dengan yang berlaku dan perintah. Termasuk, tentu saja, ditegaskan dia, dalam menertibkan para pedagang liar. “Kami bergerak berdaskan perintah. Jika kami diperintahkan untuk menertibkan pedagang yang dari luar tidak mengikuti aturan, maka akan kami tertibkan sesuai dengan peraturan yang ada,” katanya. (dan)

sumber : http://www.pontianakpost.co.id/pedagang-bersedia-tempati-pasar-daerah

©2017 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. All Rights Reserved.

Search