Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Dinkominfo – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) kota Surabaya dinilai berhasil  menerapkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut menarik berbagai pemerintah daerah untuk melakukan kunjungan kerja.

Bertempat di ruang rapat Dinkominfo, Jumat (3/3), seluruh Kepala Dinkominfo di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kunjungan diterima oleh Antiek Sugiharti, Kepala Dinkominfo kota Surabaya.

Anthony Sebastian Runtu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat saat menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan mengatakan, melalui kunjungan tersebut pihaknya ingin mempelajari tugas dari Dinas Komunikasi dan Informatika kota Surabaya. Mengingat di wilayahnya, Dinas Komunikasi dan Informatika di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan Dinas yang baru.

Anthony mengatakan, pihaknya membawa rombongan  dari kabupaten dan kota yang unggul dan lebih baik dari Provinsi Kalimantan Barat. Ia berharap dapat mempelajari lebih lanjut tupoksi Dinas Komunikasi dan Informatika.

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kota Surabaya, Dinas Komunikasi dan Informatika merupakan ring 1 dalam menjalankan pemerintahan. Kini Dinas Komunikasi dan Informatika bukan lagi dinas buangan. Untuk menjawab tantangan zaman Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempercepat pelayanan publik. Pembangunan e-Government merupakan kebutuhan Pemerintah Kota Surabaya.

Antiek menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya telah membangun Command Center sebagai pelayanan kebencanaan. Masyarakat dapat menghubungi 112 jika ada kebakaran, orang tenggelam, kecelakaan dan kebencanaan lainnya. Pemerintah Kota Surabaya telah memasang CCTV di taman, titik vital dan ruang publik lainnya sehingga dapat diketahui secara cepat penanganan bencana.

Masih menurut Antiek, sistem e-Government dibangun dengan mengesampingkan ego sektoral tiap-tiap dinas. Menurutnya jika ego sektoral masih ada, e-Government tidak akan bisa berjalan.

Antiek mencontohkan, aplikasi e-Musrenbang sebagai aplikasi perencanaan pembangunan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengajukan usulan perencanaan pembangunan dengan mencantumkan foto lokasi yang akan dibangun dan detail yang dibutuhkan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui usulan diterima atau ditolak beserta dengan alasannya.

Sementara itu melalui e-Budgeting, dapat dilakukan proses penganggaran secara online. Melalui aplikasi tersebut, standard satuan harga terstandarisasi untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sedangkan dengan e-Surat, persuratan dapat dilakukan secara online melalui gadget yang terkoneksi dengan internet. (Pri)

sumber (www.surabaya.go.id)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
KAYONG UTARA – Potensi perairan di Pulau Karimata Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, semakin dilirik pedagang untuk menampung ikan-ikan yang laku di pasaran ekspor.
 
Saat ini banyak pengumpul ikan yang datang ke Karimata berburu ikan ekspor yang banyak dijumpai di daerah tersebut, mengingat banyak nya jenis jenis ikan yang sangat banyak dan berkualitas dunia .
 
“Beberapa nelayan lokal yang menggunakan kelingking sebagai alat tangkap sering mendapatkan ikan-ikan karang yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” kata salah satu warga di kantin RKu FM .
 
Dijelaskannya, ikan-ikan tersebut menjadi harapan baru bagi para nelayan untuk lebih bersemangat dalam menangkap ikan yang memiliki nilai tinggi .
 
Beberapa jenis ikan yang memiliki pasaran ekspor hingga ke Malaysia dan Singapura tersebut diantaranya kerapu sunu, lobster, tenggiri, teripang dan lainnya.
 
salah satu penampung ikan lokal yang biasa menampung ikan di Pulau Karimata menjelaskan, sampai saat ini ikan-ikan lokal Kayong Utara memiliki pangsa pasar yang menjanjikan .
 
“Ikan-ikan yang memiliki prospek ekspor diantaranya ikan kerapu, lobster, teripang, tenggiri dan juga ikan-ikan karang lainnya, namun ikan-ikan ini tidak boleh cacat secara fisik atau bahkan busuk,” katanya .
 
Ikan yang ditangkap atau di budidayaksn oleh para nelayan lokal sebagian mendapat tempat yang istimewa dalam pengolahannya, karena harus dikemas dalam kondisi baik. Ikan-ikan yang tidak lolos seleksi kualitas akan dipasarkan di pasar lokal seperti Belitung dan Jakarta.
“Ikan yang berpeluang ekspor harganya lumayan, jauh diatas harga ikan yang dijual di pasar lokal,” sambungnya kembali

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 641 Tahun 2017 tentang Penetapan Kabupaten Kayong Utara sebagai tempat penyelenggaraan seleksi Tilawatil Qur’an ke XXIV Provinsi Kalimantan Barat tahun 2017. Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut telah dibentuk Panitia Pelaksana dengan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 51/Kesra/2017, sebagai tuan rumah tentunya Kabupaten Kayong Utara mulai mempersiapkan diri untuk suksesnya acara tersebut. Bupati Kayong Utara H. Hildi Hamid sebagai penanggungjawab pelaksana memimpin rapat koordinasi, rapat tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 27 Februari 2017 di Balai Praja Sukadana. Bupati memberikan arahannya terkait kinerja panitia sehingga kegiatan STQ tahun ini berjalan dengan baik. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten dan Panitia Bidang. Sekretaris Daerah Kayong Utara yang menjabat sebagai ketua umum menjelaskan agar semua personil bekerja secara maksimal, untuk memudahkan koordinasi dibagi menjadi tiga koodintor

  1. H. Erwin Sudrajat, S.Sos., M.AP. sebagai Ketua Koordinator I, membawahi Bidang Musabaqah, Bidang Transportasi dan Bidang Akomodasi.
  2. H. Sy. Muzahar, S.IP. sebagai Ketua Koordinator II, membawahi Bidang Penyambutan Tamu, Bidang Hiburan/Rekreasi, Bidang Kesehatan, Bidang Konsesi, Bidang Perlengkapan Umum.
  3. Drs. Oma Zulfithansyah, M.Si. sebagai Ketua Koordinator III, membawahi Bidang Upacara/Protokoler Malam Ta’aruf, Pembukaan, Penutupan dan Pawai Ta’aruf, Bidang Pengerahan dan Pengerahan Massa, Bidang Publikasi dan Dokumentasi serta Bidang Keamanan dan Ketertiban.

untuk singkronisasi semua rangkaian acara tersebut masing-masing ketua koordinator akan memimpin rapat khusus bidang-bidang mulai hari selasa, rabu dan hari kamis tanggal 2 maret 2017 dijadwalkan rapat pleno. Hal ini adalah untuk persiapan yang matang sekaligus mempersiapkan rapat dengan Tim Asisten dari Provinsi yang dijadwalkan pada hari Senin 6 Maret 2017. Besar harapan Kabupaten Kayong Utara menjadi tuan rumah yang sukses, sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

Sukses STQ XXIV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Radio Kayong Utara telah memiliki Izin Penyiaran Tetap, berdasarkan Keputusan Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia nomor 2010 Tahun 2016 tentang Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik Lokal Jasa Penyiaran Radio bahwa Radio Kayong Utara telah memperoleh Izin Prinsip penyelenggaraan Penyiaran Tahun 2015, dan berdasarkan Berita Acara Hasil Rapat Pleno EUCS tanggal 1 September 2016 telah memenuhi persyaratan untuk diberikan Izin Penyelenggaraan Penyiaran sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Izin Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Publik Lokal Jasa Penyiaran Radio diberikan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang. selanjutnya pemegang izin diberikan hak untuk: 1. Menyelenggarakan jasa penyiaran radio dengan sistem modulasi FM. 2. Menyelenggarakan siaran iklan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. 3. Melakukan relai siaran lembaga penyiaran lain baik dari lembaga penyiaran dalam negeri maupun luar negeri berupa relai siaran untuk acara tetap atau yang tidak tetap sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 4. Melakukan relai siaran lembaga siaran lain secara tidak atas mata acara tertentu yang bersifat nasional, internasional, dan atau mata acara tertentu sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku. 5. Melakukan kerjasama untuk melakukan siaran bersama sepanjang siaran itu tidak mengarah pada monopoli informasi dan monopoli pembentukan opini. 6. Menyelenggarakan jasa tambahan penyiaran setelah memperoleh izin menteri.

disamping itu pemegang izin juga mempunyai kewajiban yaitu: 1. Menyelenggarakan siaran yang mengandung informasi pendidikan, hiburan dan menfaat untuk membentuk intelektual, watak, moral, kemajuan, kekuatan bangsa, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dan budaya indonesia. 2. Klasifikasi acara siaran yang mencakup semua khalayak. 3. Menggunakan bahasa siaran yang baik dan benar sebagai bahasa pengantar utama dalam penyelenggaraan program siaran.

menjaga program secara berkesinambungan, menjalin kerjasama  dengan berbagai pihak agar Radio Kayong Utara diterima oleh semua lapisan masyarakat.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

SUKADANA – Keberadaan taman mangrove Sukadana yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, tentunya sangat disambut baik oleh berbagai pihak. Keberadaan objek wisata yang satu ini diharapkan berdampak pada kunjungan wisatawan dari berbagai daearah. Hal tersebut diungkapkan kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Kayong Utara, Mas Yuliandi, Rabu (26/10) di Sukadana.

Yuliandi mengungkapkan jika untuk taman mangrove tersebut, sejak dari awal sudah direncakan mereka, untuk penambahan lokasi wisata di kabupaten ini. Keberadaannya sendiri, diakui dia, telah diusahakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, demi mengembangkan daerah pesisir yang dapat dikelola menjadi tempat wisata.

“Memang dari awal, sudah kita rencanakan penambahan satu destinasi wisata baru di Kabupaten Kayong Utara, yang lokasinya tidak jauh dari kawasan Pantai Pulau Datok. Desatinasi tersebut yakni Taman Wisata Mangrove. Nah, di tahun ini, melalui Dinas Kelautan dan Perikanan, membangun untuk tempat wisata tersebut, yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan untuk pembuatan jalan,” ungkapnya. Selanjutnya, dia menambahkan bahwa mereka akan melakukan promosi, demi memperkenalkan objek wisata yang satu ini kepada masyarakat luas. “(Masyarakat harus tahu) jika di Kabupaten Kayong Utara terdapat taman mangrove,” terang Yuliandi kepada koran ini.

Yuliandi menjelaskan, ide awalnya hingga dapat merancang taman yang satu ini, terjadi saat mereka merancang masterplan lokasi wisata. “Ide awalnya mengenai taman mangrove saat merancang masterplan untuk wisata Kayong Utara, salah satunya kita mempunyai hutan mangrove. Nah, kenapa tidak kita dijadikan objek wisata? Nah, oleh karena itu direncanakan oleh DKP apa lagi lokasinya jadi satu dengan TPI,” sambung Kadisbudparpora.

Selain itu, di lokasi tersebut nantinya akan dilengkapi mereka dengan pos penjagaan. Dan juga nantinya, diharapkan dia agar di lokasi tersebut dilengkapi dengan pondok untuk peristirahatan para pengunjung. “Dari masterplan-nya lokasi taman mangrove itu juga ada pos penjagaan. Paling tidak, itu dapat memberikan rasa aman, nyaman pengunjung. Dan juga kita dapat mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan dengan menyalahgunakan lokasi wisata itu,” terangnya.

Selanjutnya, Yuliandi berharap agar keberadaan hutan mangrove tersebut juga akan menjadi lokasi edukasi bagi masyarakat. Dia menerangkan jika nantinya taman mangrove tersebut akan menjadi tempat kediaman hewan-hewan yang dilindungi.

Mengenai hal ini, keberadaan taman mangrove tersebut sangat disambut baik oleh salah satu pengiat wisata, Rizal Komarudin (24). Menurut dia, lokasi taman mangrove tersebut akan menjadi daya tarik bagi para wisatawan. Dan ini, diakui dia, merupakan hal yang baru di Kabupaten Kayong Utara. “Saya yakin taman mangrove tersebut mampu menarik wisatawan yang ada. Bahkan tidak menutup kemungkinan mampu menarik perhatian wisatawan dari luar negeri. Mudah-mudahan destinasi wisata ini dapat tumbuh dan berkembang dengan baik,” doanya. (dan)

sumber : http://www.pontianakpost.co.id/taman-wisata-mangrove-sukadana

Hubungi Kami

 

 

©2018 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. All Rights Reserved.

Search