Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Sukadana – Pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kayong Utara menyelenggarakan Pelatihan Petunjuk Pelaksanaan Tata Surat.Dan Arsip (JUKMINU) dan Petunjuk Administrasi Keuangan. (JUKMINKU) serta Pelatihan Master Of Ceremony(MC) Bagi Anggota Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kayong Utara. Masing masing SOPD mengutus Lima orang Anggota Dharma Wanita untuk mengikuti Kegiatan ini.
Kegiatan INI di hadiri Oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat Ibu Ratna Yuniar,SH. Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara IbuHj.Hilaria.Yusnani
Ketua.Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Kayong Utara. Ibu Mawarni Erwin. Maksud.Dan tujuannya adalah untuk memberikan pemahaman kepada anggota sebagai pendamping Pegawai Negri. Memberikan Bimbingan Dan Pembinaan serta mewujudkan Kesejahteraan kepada anggota.
Pentingnya Seorang istelri memahami Tugas Dan tanggung Jawab suami sebagai penyelenggara Negara sehingga Diharapkan menjadi motivator untuk mewujudkan Suana Rumah tangga Dan kantor yang harmonis. Bahwa Wanita mempunyai peran strategis terhadap tegaknya Negara. Demikian di sampaikan Ibu Dra.Hj.Hilaria Yusnani dalam sambutannya.

Dharma Wanita mempunyai Peranan penting baik di kantor maupun di masyarakat sehingga di harapkan menjadi teladan dalam kehidupan sehari Hari. Membangun Dan memperkuat organesasi Dharma Wanita adalah Tugas Kita semua . Ungkap Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Kalimantan Barat.(Ibu Ratna Yusniar,SH)
Setelah mengikuti Pelatihan Diharapkan Peserta dapat mengimplementasikan dalam meningkatan Nilai.Nilai Kepribadian seorang Wanita Dan menjadi Guru di rumah masing masing untuuk anak anaknya.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

KAYONG UTARA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara (KKU) memastikan kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata, tahun 2017 ini meyakini sudah bebas dari endemik penyakit Malaria. Sebelumnya kecamatan Kepulauan Karimata merupakan endemik Malaria.

 

“Daerah kepulauan dapat kami pastikan telah bebas malaria. Sebab, sudah dicanangkan dengan baik dan ditangani serius Pemkab Kayong Utara, melalui Dinas Kesehatan KKU, dan didukung Dinkes Provinsi Kalimantan Barat,” kata Agus Rudi Suandi SE, Pelaksana tugas (Plt) Dinkes KKU.

 

Terbebasnya masyarakat kepulauan dari penyakit malaria tidak hanya atas usaha Pemkab Kayong Utara dan masyarakat setempat namun juga dari pemerintah Provinsi yang selalu memberikan dukungan dan bantuan untuk menangani penyakit yang cukup berbahaya ini.

 

Data Dinkes KKU, penyakit malaria di Kayong Utara pada tahun 2013, sebanyak 24 pasien. Memasuki tahun 2014, terdapat 86 pasien. Tahun 2015, turun menjadi 19 pasien. Sedangkan tahun 2016, jauh menurun hingga delapan pasien saja.

 

Sedangkan untuk demam berdarah dengue (DBD) tahun 2013, ada 46 pasien. Tahun 2014,naik menjadi 64 pasien. Tahun 2015, sebanyak 12 pasien. Memasuki tahun 2016, turun hanya delapan pasien saja.

 

“Kita pernah kejadian luar biasa (KLB) DBD sekitar tahun 2012, diduga karena pancaroba (perubahan) iklim tiap lima tahun. Nah siklus lima tahunan itu akan jatuh tahun 2017 sekarang ini,” kupas Agus Rudi Suandi.

 

Walaupun demikian, timpalnya, Dinkes KKU sudah siap menghadapi siklus lima tahunan itu. “Kita sudah laksanakan program polinisasi, sanitasi, dan lain-lain untuk menangkalnya,” tegas Agus.

 

Dikatakannya Dinkes KKU melaksanakan antisipasi dan penanggulangan khas program preventif. Guna mengantisipasi penyakit yang tularkan nyamuk Anoplheles betina (Malaria) dan Aedes Aegypti (DBD). Terutama di kepulauan secara serius dan berkelanjutan.

 

“Penangannya secara dini dari kami telah dilakukan setiap bulan. Seperti polinisasi hingga pemerikasaan suntik berkala. Kita tak jemu sosialisasi kebersihan lingkungan secara rutin ke masyarakat, terutama di kawasan rawan endemik,” paparnya.

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Dinkominfo – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) kota Surabaya dinilai berhasil  menerapkan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) dalam pengelolaan teknologi informasi dan komunikasi. Hal tersebut menarik berbagai pemerintah daerah untuk melakukan kunjungan kerja.

Bertempat di ruang rapat Dinkominfo, Jumat (3/3), seluruh Kepala Dinkominfo di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat. Kunjungan diterima oleh Antiek Sugiharti, Kepala Dinkominfo kota Surabaya.

Anthony Sebastian Runtu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kalimantan Barat saat menyampaikan maksud dan tujuan kunjungan mengatakan, melalui kunjungan tersebut pihaknya ingin mempelajari tugas dari Dinas Komunikasi dan Informatika kota Surabaya. Mengingat di wilayahnya, Dinas Komunikasi dan Informatika di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat merupakan Dinas yang baru.

Anthony mengatakan, pihaknya membawa rombongan  dari kabupaten dan kota yang unggul dan lebih baik dari Provinsi Kalimantan Barat. Ia berharap dapat mempelajari lebih lanjut tupoksi Dinas Komunikasi dan Informatika.

Antiek Sugiharti, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika kota Surabaya, Dinas Komunikasi dan Informatika merupakan ring 1 dalam menjalankan pemerintahan. Kini Dinas Komunikasi dan Informatika bukan lagi dinas buangan. Untuk menjawab tantangan zaman Pemerintah Kota Surabaya memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mempercepat pelayanan publik. Pembangunan e-Government merupakan kebutuhan Pemerintah Kota Surabaya.

Antiek menjelaskan, Pemerintah Kota Surabaya telah membangun Command Center sebagai pelayanan kebencanaan. Masyarakat dapat menghubungi 112 jika ada kebakaran, orang tenggelam, kecelakaan dan kebencanaan lainnya. Pemerintah Kota Surabaya telah memasang CCTV di taman, titik vital dan ruang publik lainnya sehingga dapat diketahui secara cepat penanganan bencana.

Masih menurut Antiek, sistem e-Government dibangun dengan mengesampingkan ego sektoral tiap-tiap dinas. Menurutnya jika ego sektoral masih ada, e-Government tidak akan bisa berjalan.

Antiek mencontohkan, aplikasi e-Musrenbang sebagai aplikasi perencanaan pembangunan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengajukan usulan perencanaan pembangunan dengan mencantumkan foto lokasi yang akan dibangun dan detail yang dibutuhkan. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat mengetahui usulan diterima atau ditolak beserta dengan alasannya.

Sementara itu melalui e-Budgeting, dapat dilakukan proses penganggaran secara online. Melalui aplikasi tersebut, standard satuan harga terstandarisasi untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya. Sedangkan dengan e-Surat, persuratan dapat dilakukan secara online melalui gadget yang terkoneksi dengan internet. (Pri)

sumber (www.surabaya.go.id)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive
KAYONG UTARA – Potensi perairan di Pulau Karimata Kabupaten Kayong Utara, Kalimantan Barat, semakin dilirik pedagang untuk menampung ikan-ikan yang laku di pasaran ekspor.
 
Saat ini banyak pengumpul ikan yang datang ke Karimata berburu ikan ekspor yang banyak dijumpai di daerah tersebut, mengingat banyak nya jenis jenis ikan yang sangat banyak dan berkualitas dunia .
 
“Beberapa nelayan lokal yang menggunakan kelingking sebagai alat tangkap sering mendapatkan ikan-ikan karang yang memiliki nilai ekonomis tinggi,” kata salah satu warga di kantin RKu FM .
 
Dijelaskannya, ikan-ikan tersebut menjadi harapan baru bagi para nelayan untuk lebih bersemangat dalam menangkap ikan yang memiliki nilai tinggi .
 
Beberapa jenis ikan yang memiliki pasaran ekspor hingga ke Malaysia dan Singapura tersebut diantaranya kerapu sunu, lobster, tenggiri, teripang dan lainnya.
 
salah satu penampung ikan lokal yang biasa menampung ikan di Pulau Karimata menjelaskan, sampai saat ini ikan-ikan lokal Kayong Utara memiliki pangsa pasar yang menjanjikan .
 
“Ikan-ikan yang memiliki prospek ekspor diantaranya ikan kerapu, lobster, teripang, tenggiri dan juga ikan-ikan karang lainnya, namun ikan-ikan ini tidak boleh cacat secara fisik atau bahkan busuk,” katanya .
 
Ikan yang ditangkap atau di budidayaksn oleh para nelayan lokal sebagian mendapat tempat yang istimewa dalam pengolahannya, karena harus dikemas dalam kondisi baik. Ikan-ikan yang tidak lolos seleksi kualitas akan dipasarkan di pasar lokal seperti Belitung dan Jakarta.
“Ikan yang berpeluang ekspor harganya lumayan, jauh diatas harga ikan yang dijual di pasar lokal,” sambungnya kembali

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 641 Tahun 2017 tentang Penetapan Kabupaten Kayong Utara sebagai tempat penyelenggaraan seleksi Tilawatil Qur’an ke XXIV Provinsi Kalimantan Barat tahun 2017. Sebagai tindak lanjut kegiatan tersebut telah dibentuk Panitia Pelaksana dengan Surat Keputusan Gubernur Kalimantan Barat Nomor 51/Kesra/2017, sebagai tuan rumah tentunya Kabupaten Kayong Utara mulai mempersiapkan diri untuk suksesnya acara tersebut. Bupati Kayong Utara H. Hildi Hamid sebagai penanggungjawab pelaksana memimpin rapat koordinasi, rapat tersebut dilaksanakan pada hari Senin tanggal 27 Februari 2017 di Balai Praja Sukadana. Bupati memberikan arahannya terkait kinerja panitia sehingga kegiatan STQ tahun ini berjalan dengan baik. Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah, Asisten dan Panitia Bidang. Sekretaris Daerah Kayong Utara yang menjabat sebagai ketua umum menjelaskan agar semua personil bekerja secara maksimal, untuk memudahkan koordinasi dibagi menjadi tiga koodintor

  1. H. Erwin Sudrajat, S.Sos., M.AP. sebagai Ketua Koordinator I, membawahi Bidang Musabaqah, Bidang Transportasi dan Bidang Akomodasi.
  2. H. Sy. Muzahar, S.IP. sebagai Ketua Koordinator II, membawahi Bidang Penyambutan Tamu, Bidang Hiburan/Rekreasi, Bidang Kesehatan, Bidang Konsesi, Bidang Perlengkapan Umum.
  3. Drs. Oma Zulfithansyah, M.Si. sebagai Ketua Koordinator III, membawahi Bidang Upacara/Protokoler Malam Ta’aruf, Pembukaan, Penutupan dan Pawai Ta’aruf, Bidang Pengerahan dan Pengerahan Massa, Bidang Publikasi dan Dokumentasi serta Bidang Keamanan dan Ketertiban.

untuk singkronisasi semua rangkaian acara tersebut masing-masing ketua koordinator akan memimpin rapat khusus bidang-bidang mulai hari selasa, rabu dan hari kamis tanggal 2 maret 2017 dijadwalkan rapat pleno. Hal ini adalah untuk persiapan yang matang sekaligus mempersiapkan rapat dengan Tim Asisten dari Provinsi yang dijadwalkan pada hari Senin 6 Maret 2017. Besar harapan Kabupaten Kayong Utara menjadi tuan rumah yang sukses, sekaligus menarik kunjungan wisatawan.

Sukses STQ XXIV Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara.

©2017 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. All Rights Reserved.

Search