Berita

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga, menggelar seleksi Jambore Pemuda Indonesia yang nantinya akan mewakili Kabupaten Kayong Utara dalam ajang Jambore Pemuda Indonesia yang akan digelar di Sawahlunto, Sumatera Barat, pada15 – 20 November 2017.

Seleksi ini diikuti oleh berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Kabupaten Kayong Utara, mulai dari Karang Taruna sampai komunitas pecinta alam.

Kasi Pemberdayaan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kayong Utara Iwan Rajali mengatakan dengan adanya kegiatan JPI ini diharapkan bisa membuka wawasan pemuda kita baik di tingkat provinsi maupun nasional.

Seleksi yang dilaksanakan selama dua hari ini, dimulai sejak hari Rabu 11 hingga 12  2017 Oktober, diikuti sebanyak 7 orang peserta yang nantinya dipilih 2 orang untuk mewakili Kayong Utara, dan seleksi berlangsung di balai pertemuan Anugrah Sukadana.

“Nanti di Provinsi diseleksi lagi dan diambil satu orang saja untuk mewakili Kayong Utara,” terang iwan.

Adapun tes yang dilaksanakan di ruang pertemuan penginapan Anugerah Sukadana terdiri dari tes tertulis, tes wawancara dan tes kemampuan bakat di bidang seni dan budaya.

“Diseleksi ini ada bidang Iptek, wawasan kebangsaan, kesenian dan budaya, nanti kemampuan mereka apa ditampilkan disini dan akan kita nilai,” jelasnya lagi.

Peserta yang lulus seleksi, Jailani dari komunitas pecinta alam Explore Kayong Utara (EKU), mengatakan merasa bangga bisa mewakili Kayong Utara pada kegiatan JPI ini. Tentu ini masih langkah awal baginya untuk mengikuti seleksi selanjutnya di  tingkat provinsi nantinya.

“Semoga saya bisa memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Kayong Utara terutama dalam memperkenalkan Kayong Utara kepada daerah lain,” kata Jai, yang juga pecipta lagu Pantai Pulau Datok  ini.( Mckabkayongutara / Julrizal/Norita/toeb)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kabupaten Kayong Utara dalam usaha mengawal perlindungan anak di daerah, telah membentuk Komisi Perlindungan Anak Daerah (KPAD) pada tahun 2016.

Menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Kayong Utara, Hilaria Yusnani, KPAD ini dibentuk dengan tujuan untuk mendukung dan meningkatkan efektifitas pengawasan penyelenggaraan pemenuhan hak anak di daerah sehingga terwujudnya Kabupaten Kayong Utara sebagai kabupaten ramah anak.

“Dalam mewujudkan hal tersebut, Komisi Perlindungan Anak Daerah Kayong Utara tidak dapat berjalan sendiri. Namun perlu kerja sama dan koordinasi dari seluruh pihak baik di dalam lembaga pemerintah maupun non pemerintah,” terang Hilaria Yusnani pada Seminar Perlindungan Anak Daerah Kabupaten Kayong Utara, Rabu (11/10), di Gedung Balai Praja, Kantor Bupati Sukadana.

Kami menyambut baik kegiatan seminar daerah perlindungan anak yang dilaksanakan oleh KPAD Kabupaten Kayong Utara. Saya berharap banyak hal yang dapat diambil dan dijadikan pelajaran bagi peningkatan semangat perlindungan anak di Kabupaten Kayong Utara, tambahnya.

Karena, menurut dia, anak merupakan potensi yang sangat penting. Generasi penerus masa depan bangsa, penentu kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia yang akan menjadi pilar utama pembangunan nasional. Sehingga, kata dia, perlu ditingkatkan kualitasnya dan mendapatkan perlindungan secara sungguh-sungguh dari semua elemen masyarakat.

Undang-Undang Dasar tahun 1945 pasal 28 b ayat 2 mengamanatkan agar negara menjamin hak setiap anak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta hak atas perlindungan dari kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

Menurut Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan, jelas Hilaria.

Sedangkan perlindungan anak, dijelaskan Hilaria segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak atas haknya agar dapat hidup, tumbuh berkembang, dan berprtisipasi secara optimal, sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

Dengan demikian pemerintah dapat memahami pentingnya peran dan tugas tanggung jawab dan kewajiban masing-masing dalam memenuhi hak anak dan melindungi anak, karena di tangan merekalah masa depan anak-anak dibangun.

Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya ingin mengajak kita semua untuk lebih keras lagi dalam rangka mencapai tujuan yang dimaksud, pintanya.

Sebagai Kabupaten baru dengan berbagai keterbatasan, dirinya juga mengajak kepada semua pihak terkait, dengan keadaan demikian menjadi tantangan tersendiri untuk dapat bekerja lebih baik dalam melindungi keluarga yang pada gilirannya upaya perlindungan anak dan pencapaian hak anak dapat tercapai.

“Marilah kita tingkatkan semangat kerja yang mengarah untuk meningkatkan mutu sumber daya manusia yang sehat, cerdas dan produktif, serta mampu memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat yang tinggi. Jangan takut maupun ragu untuk melaporkan setiap permasalahan anak, sengketa kasus anak kepada institusi kepolisian ataupun lembaga komisi perlindungan anak daerah yang telah pemerintah daerah bentuk,” ujarnya.

Selain itu, sambung dia, juga dapat mengembangkan semangat persaudaraan dan kepedulian terhadap lingkungan sebagai usaha mewujudkan Kabupaten Kayong Utara yang ramah terhadap anak. “Berlombalah dalam menciptakan lingkungan kondusif bagi anak yang akan menjadi aset masa depan bangsa,” tutupnya.

Adapun pada kegiatan tersebut turut dihadiri Komisi Perlindungan Anak Indonesia pusat, Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah Provinsi Kalimantan Barat, KPAD Kayong Utara, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kayong Utara, Tim Penggerak PKK Kabupaten Kayong Utara, Gabungan Organisasi Wanita, dan pihak Kepolisian.

Sementara itu, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Susanto, yang turut hadir pada kegiatan tersebut menyampaikan kepada pemerintah daerah dapat menjalani program yang telah ada. Terlebih saat ini di Kayong Utara sudah berdiri Komisi Perlindungan Anak Daerah.

“Pemerintah daerah memiliki kewenangan besar bagimana menjalani program-program perlindungan anak. Karena kita melihat anak banyak menjadi korban, bahkan ada pelaku kejahatan. Bahkan pantauan kami dilapas anak dibeberapa lapas di Indoneisa, ada tiga kasus yang saat ini menjadi tren. Pertama kejahatan seksual, kedua narkoba, ketiga pencurian,” terangnya dihadapan peserta yang hadir.

Untuk itu, mengenai beberapa kasus yang telah disampaikannya, menjadi tantangan tersendiri, bagaimana untuk mengatasinya secara bersama-sama. Terlebih saat ini dengan melihat perkembangan teknologi yang ada.

“Hampir disemua daerah seperti itu, maka dari itu ini menjadi tantangan besar bagi bapak itu sekalian. Apa lagi saat ini, banyak anak-anak yang sudah menggunakan handphone yang belum usianya.

Jadi mereka belum tahu bagaimana cara menggunakannya dengan baik. Hal ini yang menjadi kekhawatiran kita, dalam penyalahgunaannya. (MCKayongutara/Julrizal/Norita)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Rapat Koordinasi Komisi Pemilihan Umum Daerah Kabupaten Kayong Utara dengan Instansi terkait dalam rangka persiapan Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemungutan Suara (PPS)  Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kayong Utara tahun 2018 di Aula Kantor KPU, Kamis, (5/10).

Berdasarkan Keputusan KPU Kabupaten Kayong Utara Nomor : 08/HAK.03.1-Kpt./6111/KPU-Kab./VI/2017 tentang tahapan , program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kayong Utara Tahun 2018, bahwa jadwal pelaksanaan kegiatan pembentukan PPK dan PPS pada tanggal 12 Oktober sampai dengan 11 November 2017.

Proses Perekrutan tersebut memerlukan persyaratan yang harus dikoordinasikan dengan instansi terkait , agar dapat berjalan dengan baik , sehingga Perlu melibatkan berbagai pihak , antara lain para camat, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Kominfo, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (SP3APMD).Hal itu disebabkan masing masing Instansi tersebut mempunyai peranan berbeda dalam rangka sukseskan Pemilu.

Itu misalnya camat mempunyai peranan sangat penting dalam perekrutan PPK dan PPS, sebagai Tuan Rumah merupakan lintas koordinasi terhadap  terbentuk PPK dan PPS.Sedangkan Instansi lain sebagai pendukung dalam persyaratan administrasi peserta seleksi .

Para Camat se-kabupaten Kayong Utara menghadiri Rapat Koordinasi dan menyampaikan berbagai masukan terkait tugas Fungsi sebagai pimpinan tertinggi di kecamatan , sehingga secara umum para camat siap mendukung proses perekrutan tenaga PPK dan PPS  dan juga tenaga pendukung di Sekretariat PPK dan PPS.

Selain itu para camat juga akan mengikuti tahapan dengan seksama tekad Syahrial (Camat Sukadana).”Sedangkan untuk mempermudah persyaratan administrasi yang terkait Kesehatan, peserta KPU tidak mempersulit, yang penting ada keterangan dari petugas kesehatan dari kecamatan setempat, demikian juga dengan legalisasi dokumen ijazah dilakukan di sekolah asal, dan bagi yang bersekolah di luar Kayong atau di luar Kalbar , bisa dengan membawa yang asli,”Dedy Effendy, Ketua KPU)

Untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda dalam penyelenggaraan Pemilu Sekarang , bagi petugas PPK dan PPS yang sudah menjabat dua Periode tidak boleh ikut seleksi lagi, yaitu periode 2004-2009 dan Periode 2009-2014.

“Kesempatan tersebut terbuka luas untuk masyarakat,” tegas Komisioner KPU ( Burhanuddin) yang membidangi Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu.Batasan Umur untuk periode tahun bagi PPK dan PPS serendah-rendahnya 17 Tahun , berbeda dengan periode sebelumnya adalah 25 tahun paling rendah.

Sementara Untuk wilayah Kecamatan Kepulauan Karimata , karena segala keterbatasan, pihak KPU menanggapi akan dievaluasi dan dilakukan perlakuan khusus, karena sulitnya medan  Kepulauan Karimata.Tekad penyelenggaraan Pemilu berkualitas, katanya, semoga terwujud.(Mc. Kab.Kayongutara / Lahwan/Eyv)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Wakil Bupati Kayong Utara Idrus menghadiri acara Pencanangan Kampung KB dan Bakti Sosial Manunggal KB-Kesehatan di halaman kantor Desa Podorukun Kecamatan Seponti, Selasa (3/10).

Pencanangan Kampung KB merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara langsung terutama masyarakat di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil dan wilayah nelayan diselurah Tanah Air.

Dengan adanya program pencanangan kampung KB, diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang berada didesa-desa dan dusun-dusun di seluruh Indonesia.

Pencanangan Kampung Keluarga Berencana (Kampung KB) merupakan salah satu program dari BKKBN yang diberi mandat untuk dapat turut mensukseskan agenda prioritas pembangunan (Nawacita), terutama pada agenda prioritas nomor lima yaitu “Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia” melalui pembangunan kependudukan dan keluarga berencana.

Diharapkan dengan adanya Kampung KB dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau desa melalui program kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga serta pembangunan sektor terkait dalam rangka mengwujudkan keluarga yang berkualitas.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Kayong Utara Idrus berpesan kepada masyarakat, petugas kesehatan dan aparatur desa, dengan adanya pencanangan kampung KB dapat terus digalakan. Terutama pada aparatur desa, begitu juga dari tenaga medisnya.

“Pelayanan kesehatan untuk di desa diharapkan pelayanan masyaralat ditingkatian. Termaksud Postu-Postu. Jangan sampai ada petugas jarang di tempat. Kalau petugas susah ditemui bagaimana dapat melayani masyarakat,” ujar Idrus.

Dijelaskan Idrus, di Kayong Utara saat ini sudah ada empat kampung KB, yang tersebar di empat kecamatan. “Dari enam Kecamatan di Kayong Utara ini sudah ada empat kecamatan yang telah ditunjuk sebagai kampung KB. Untuk itu saya berharap kepada Kepala Desa juga dapat memperhatikan,” tegasnya.

Dengan terus menggalakan KB, sambung Idrus tentunya pemerintah memiliki harapan. Hal tersebut dilakukan untuk kesejahteraan masyarakat baik itu di ruang lingkup pedesaan maupun perkotaan.

“Kenapa KB ini digalakan oleh pemerintah. Karena lajunya perkembangan penduduk sehingga negara di dunia mengalami kekhwatiran. Untuk itu bapak Presiden mencanangkan terbentuknya kampung KB ini,” terangnya.

Untuk itu, dirinya sagat berharap, dengan adanya kampung KB ini dapat dijalankan dengan serius. Tentunya dengan program yang telah ada.

“Kampung KB harus serius dijalankan. Karena dari Pemerintah cukup serius dalam menaganinya. Dan diharapakan program-program yang ada dapat berjalan,” terang Wakil Bupati Kayong Utara Idrus.

Kegiatan Pencanangan Kampung KB ini dipadukan dengan kegiatan bakti sosial TNI Manunggal KB Kesehatan. Diharapkan seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan agar dapat berperan aktif dalam mendukung kegiatan ini.

Dengan mengembangkan dan melakukan sosialisasi kebijakan pengendalian penduduk guna mewujudkan pembangunan berwawasan kependudukan, serta melakukan analisis dampak kependudukan dan juga melakukan pembinaan serta peningkatan kesertaan keluarga berencana
melalui pembinaan dan kemandirian ber-KB. (MCKayongutara/Julrizal /Norita)

User Rating: 0 / 5

Star InactiveStar InactiveStar InactiveStar InactiveStar Inactive

Kapolres Kayong Utara AKBP Arif Kurniawan beserta rombongan dari Polresta Kayong Utara melakukan kunjungan ke taman bacaan Kemala, yang berada di Desa Satai Lestari, kecamatan Pulau Maya, Kabupaten Kayong Utara, Senin  (25 /9).

Satu kotak buku bacaan diserahkan kepada pengelola taman bacaan Kemala sebagai penambah koleksi buku bacaan di taman bacaan tersebut. Dalam sehari pengunjung ke taman bacaan tersebut bisa mencapai 40 orang, baik itu dari anak-anak,remaja bahkan orang tua.

Rombongan Polresta Kayong Utara bersama Kapolres AKBP Arif Kurniawan melakukan kunjungan kerja dan peninjauan ke taman bacaan Kemala di kecamatan Pulau Maya.

Kapolres sengaja membawa 1 boxs buku bacaan untuk disumbangkan ke taman bacaan Kemala, mengingat membaca adalah salah satu sumber ilmu pengetahuan yang berhak dimiliki oleh setiap orang, baik itu di daerah perkotaan maupun di pedalaman atau daerah terpencil.

Kapolres AKBP Arif Kurniawan mengatakan,  taman baca ini adalah suatu hal yang positif, yang mana taman bacaan ini dibangun pada masa Kapolda terdahulu.

“Saya juga sudah ke-3 kalinya berkunjung ke taman bacaan ini, dan memang sangat membutuhkan sentuhan tangan kita, termasuk kita datang musti membawa buku-buku, kemarin kita juga sudah memperbaiki bangunan yang sudah sangat kumuh, mulai dari pembuatan pagar, pengecatan pagar, memperbaiki bangunan,” katanya.

Kedepan kalau memang harus ada yang diperbaiki lagi,akan kita perbaiki juga, namun kita harus sesuaikan dengan potensi yang ada.

Melihat minat baca yang sangat tinggi oleh anak-anak di pulau Maya, AKBP Arif Kurniawan berjanji akan terus memberikan apresiasi dan dukungan yang kuat, terkait taman bacaan tersebut.

Kalpolres juga menggugah masyarakat umum dan berbagai komunitas, agar berdonasi dengan cara menyumbangkan buku buku tak terpakai , agar buku tersebut dapat selalu bermanfaat.( MC Kab kayongutara / Julrizal / Norita/toeb)

Hubungi Kami

 

 

©2018 Pemerintah Kabupaten Kayong Utara. All Rights Reserved.

Search