Wonderful West Borneo bertujuan menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara

Kayong Utara ( Sukadana ) -Peserta Yach Rally yang mengikuti rangkaian Wonderful West Borneo, mengangumi masih adanya permainan tradisional gasing yang masih ada di Kabupaten Kayong Utara. Mereka juga tidak segan mencoba permainan ini bersama anak-anak kayong utara, yang sedang bermain di Pantai Pulau Datok Sukdana.selasa 18/07/2017)

“ Kita sangat senang berada di Kayong Utara, orang disini ramah. Kalau kita tersenyum mereka juga tersenyum. Begitu juga seperti mainan ini,” jelas Steven salah satu peserta yach Rally asal Asutralia sembari mencoba melempar gasing yang telah disediakan Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan bekerjasama dengan Dinas Pariwisata.

Selain steven, beberapa turis lain juga penasaran mencoba permainan gasing. Ada yang belajar cara pangkak dan mencoba uri gasing.

“ Ini terbuat dari kayu,” tanya Steven kepada salah satu pemain gasing yang ada. Ketertarikan para turis datang ke Kayong Utara, salah satunya pelestarian Budaya dan keindahan alam dan pantai yang ada. “Harmonisasi budaya yang ada disini sangat baik, terlihat dari masih terpeliharanya tarian adat seperti Melayu, Cina dan Dayak,” jelas Steven lagi.

Untuk lebih meningkatkan minat wisatawan asing datang ke Kayong Utara, Steven menyarankan agar lebih banyak promosi dan ditata lebih lagi tempat wisata yang sudah.

Elisabet, turis lain yang juga merasakan keramahan masyarakat Sukadana juga mengutarakan kekagumanannya.

“ Sangat indah disini, keberagaman budaya masih terjaga. Saya telah memfosting foto-foto selama saya disini. Banyak teman yang menyatakan sangat suka, bahkan ada yang iri karena tak bisa ikut kegiatan ini,” seloroh Elisabet yangmengaku berforesi sebagai penulis artikel.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Rally Yacht Wonderful West Kalimantan yang dimotori salah satu operater pelayaran internasional, Reymond Lesmana ini sejatinya membawa serta 10 kapal yacht ke Kayong Utara. Namun 4 diantaranya membatalkan sebelum keberangkatan, satu gagal berangkat di Australia, dan 2 kapal tertahan di Singkawang karena satu kapal mengalami kerusakan dan akan melanjutkan perjalanan ke Kayong Utaran menyusul 3 kapal yang sudah bersandar lebih awal.

Dikatakan Reymond, perjalanan yachter kembali ke Kayong Utara merupakan lokasi ke 3 dari 4 kabupaten di Kalimantan Barat yang disinggahi yakni Sambas, Singkawang, Kayong Utara dan Ketapang.

” Kayong Utara merupakan lokasi tersiap dan teratur dalam penyambutan yachter, terjadwal dan tersistematis, karena sudah memiliki pengalaman sejak festival karimata dan Sail Selat Karimata,” kata Reimond Lesman.

Dikatakannya, yachter kembali ke Kayong Utara bukan tanpa sebab. Selain adanya rute pelayaran internasional baru, Kayong Utara sebagai penyelenggara Sail Selat Karimata terus berupaya untuk mengangkat dunia pariwisata.

Salah satunya dengan menggaet yachter dari beberapa negara Asia yang sudah menjadi langganan berlabuh para yachter.

Salah satu peserta, Mike (61) asal Australia mengatakan, Kayong Utara memiliki keunikan dibanding destinasi yang disuguhkan sehingga memiliki kesan tersendiri yang belum dijumpai ditempat lain.

Mike yang juga pernah berkunjung ke Kepulauan Krimata saat Festival Karimata merasa bahwa Kayong Utara memiliki nilai lebih sehingga menjadi alasan yang kuat bagi mereka untuk kembali berkunjung.