Pertumbuhan Ekonomi KKU Lebih Tinggi dari Kalbar dan Nasional

KAYONG UTARA. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kayong Utara (KKU) tahun 2015 capai 5,03 persen, relative lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) 4,81 persen dan nasional 4,79 persen saja.

 

Terungkap di Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kayong Utara (KKU) tahun 2018. Bertempat di Balai Praja Sukadana, Rabu (29/03/2017).

 

Musrenbang RKPD KKU 2018 dibuka Bupati Kayong Utara H Hildi hamid. Dihadiri perwakilan utusan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, anggota DPRD Kalbar, dan anggota DPRD KKU.

 

Kemudian Sekretaris Daerah (Setda) KKU Hj Hilaria Yusnani beserta para Asisten dan Staf Ahli Bupati Kayong Utara. Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kayong Utara.

 

Hadir pula anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) KKU, pimpinan instansi vertikal se-KKU, Ketua Tim Penggerak Penggerak Pemberdayaan Keluarga (PKK) KKU dan Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) KKU, Camat dan Kepala Desa (Kades) se-KKU.

 

Selanjutnya, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan. Para ketua organisasi politik, organisasi pemuda, organisasi masyarkat, organisasi profesi, organisasi non pemerintah (NGO), wartawan media cetak dan elektronik, dan tamu undangan lainnya.

 

“Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke Allah subhanallahu wa ta’ala (SWT). Sebab, atas limpahan rahmat dan karunia-Nya, kita masih diberikan nikmat kesehatan sehingga dapat hadir di acara ini,” ungkap H Hildi Hamid, Bupati Kayong Utara membuka Musrenbang RKPD KKU 2018.

 

Shalawat beriring salam, lanjutnya, semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad shallahu ‘alahi wassalam (SAW) beserta keluarga, sahabat, dan pengikutnya hingga akhir zaman, amin ya rabbal ’alamin.

 

“Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa memberikan kekuatan dan kemampuan kepada kita untuk melaksanakan tugas, guna mewujudkan ‘Kayong Utara Maju’, sebagai kabupaten unggulan dengan sumber daya manusia yang berahklak mulia, sehat, cerdas, dan sejahtera,” tambahnya.

 

Bupati H Hildi Hamid atas nama Pemkab Kayong Utara dan seluruh masyarakat KKU, mengucapkan terima kasih serta selamat datang di Kayong Utara, Negeri Bertuah. Khususnya kepada Gubernur Kalbar atau yang mewakili, beserta rombongan yang telah menyempatkan diri untuk hadir.

 

Tak lupa ucapan terima kasih juga ke seluruh peserta dan undangan yang telah hadir. “Kehadiran bapak-bapak dan ibu-ibu cerminan dari kepedulian dan partisipasi menyelesaikan permasalahan di Kabupaten Kayong Utara  secara bersama-sama,” tutur Bupati H Hildi Hamid.

 

Ia berharap, output (hasil keluaran) akhir dari penyusunan RKPD tahun 2018 ini, Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) KKU tahun anggaran 2018, benar-benar aspiratif, partisipatif, dan akomodatif. Sebagaimana harapan seluruh masyarakat KKU.

 

Musrenbang RKPD KKU ini merupakan implementasi undang-undang nomor 25 tahun 2004 (UU 25/2004) tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) 54/2010 tentang Pelaksanaan peraturan pemerintah (PP) 8/2008 tentang Tahapan Tatacara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

 

Alhamdulillah, terhadap sasaran-sasaran yang telah ditetapkan menunjukkan progres yang positif. Walaupun tidak sepenuhnya dapat dicapai, salah satunya disebabkan perubahan metode perhitungan pada beberapa indicator,” timpal Bupati H Hildi Hamid.

 

Dikatakannya Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) KKU atas dasar harga konstan, mengalami peningkatan. Tahun 2014 Rp 1,96 triliun menjadi Rp 2,06 triliun pada tahun 2015.

 

“Kondisi itu menyebabkan pertumbuhan ekonomi Kayong Utara tumbuh sebesar 5,03 persen. Relatif lebih tinggi jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Barat yang hanya 4,81 persen, maupun pertumbuhan ekonomi nasional 4,79 persen saja,” papar Bupati H Hildi Hamid.

 

Sedangkan dari sisi konsumsi, lanjutnya, berdasarkan PDRB KKU atas dasar harga berlaku tahun 2015, masih didominasi konsumsi rumah tangga 57,36 persen. Sedangkan konsumsi investasi sebesar 26,65 persen. Adapun belanja pemerintah memberikan kontribusi sebesar 21,56 persen.

 

“Pendapatan perkapita penduduk KKU tahun 2015 sebesar Rp 26,63 juta, relatif lebih rendah jika dibandingkan dengan pendapatan perkapita Provinsi Kalbar Rp 30,66 juta maupun nasional Rp 45,2 juta,” kata Bupati H Hildi Hamid.

 

Namun jika dibanding dengan pendapatan perkapita kabupaten/kota di Provinsi Kalbar, pendapatan perkapita Kayong Utara di posisi menengah. Tepatnya berada pada urutan ke-7 dari 14 kab/kota se-Kalbar.