Diyakini Kepulauan Sudah Bebas Malaria

KAYONG UTARA. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara (KKU) memastikan kecamatan Pulau Maya dan Kepulauan Karimata, tahun 2017 ini meyakini sudah bebas dari endemik penyakit Malaria. Sebelumnya kecamatan Kepulauan Karimata merupakan endemik Malaria.

 

“Daerah kepulauan dapat kami pastikan telah bebas malaria. Sebab, sudah dicanangkan dengan baik dan ditangani serius Pemkab Kayong Utara, melalui Dinas Kesehatan KKU, dan didukung Dinkes Provinsi Kalimantan Barat,” kata Agus Rudi Suandi SE, Pelaksana tugas (Plt) Dinkes KKU.

 

Terbebasnya masyarakat kepulauan dari penyakit malaria tidak hanya atas usaha Pemkab Kayong Utara dan masyarakat setempat namun juga dari pemerintah Provinsi yang selalu memberikan dukungan dan bantuan untuk menangani penyakit yang cukup berbahaya ini.

 

Data Dinkes KKU, penyakit malaria di Kayong Utara pada tahun 2013, sebanyak 24 pasien. Memasuki tahun 2014, terdapat 86 pasien. Tahun 2015, turun menjadi 19 pasien. Sedangkan tahun 2016, jauh menurun hingga delapan pasien saja.

 

Sedangkan untuk demam berdarah dengue (DBD) tahun 2013, ada 46 pasien. Tahun 2014,naik menjadi 64 pasien. Tahun 2015, sebanyak 12 pasien. Memasuki tahun 2016, turun hanya delapan pasien saja.

 

“Kita pernah kejadian luar biasa (KLB) DBD sekitar tahun 2012, diduga karena pancaroba (perubahan) iklim tiap lima tahun. Nah siklus lima tahunan itu akan jatuh tahun 2017 sekarang ini,” kupas Agus Rudi Suandi.

 

Walaupun demikian, timpalnya, Dinkes KKU sudah siap menghadapi siklus lima tahunan itu. “Kita sudah laksanakan program polinisasi, sanitasi, dan lain-lain untuk menangkalnya,” tegas Agus.

 

Dikatakannya Dinkes KKU melaksanakan antisipasi dan penanggulangan khas program preventif. Guna mengantisipasi penyakit yang tularkan nyamuk Anoplheles betina (Malaria) dan Aedes Aegypti (DBD). Terutama di kepulauan secara serius dan berkelanjutan.

 

“Penangannya secara dini dari kami telah dilakukan setiap bulan. Seperti polinisasi hingga pemerikasaan suntik berkala. Kita tak jemu sosialisasi kebersihan lingkungan secara rutin ke masyarakat, terutama di kawasan rawan endemik,” paparnya.